Lamongan, Satu di Antara 50 Calon Smart City di Indonesia

Home / Berita / Lamongan, Satu di Antara 50 Calon Smart City di Indonesia
Lamongan, Satu di Antara 50 Calon Smart City di Indonesia Bupati Lamongan H Fadeli menandatanganan MoU bersama 49 kepala daerah Kabupaten/Kota, di Redtop Hotel, Jakarta, Selasa (8/5/2018). (FOTO: Pemkab Lamongan for TIMES Indonesia)

TIMESSUMSEL, LAMONGANKabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim) menjadi satu di antara 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang telah mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua.

Untuk bertransformasi menjadi smart city di seluruh Indonesia, Bupati Lamongan, Fadeli, turut menandatangani nota kesepahaman pada Gerakan Menuju 100 Smart City, di Redtop Hotel, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

“Penandatanganan MoU antara Bupati Lamongan Bapak H Fadeli bersama 49 kepala daerah Kabupaten/Kota yang lain dengan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (Aptika) Kemenkominfo, hari ini,” ujarnya.

BUpati-Fadeli-A.jpg

Erfan menuturkan, Kabupaten Lamongan termasuk daerah yang ikut Gerakan Menuju 100 Smart City karena telah memiliki infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan pola pikir dari pemimpin daerah Kabupaten Lamongan.

“Kita sudah punya rencana TIK. Infrastruktur e-goverment penyebarannya sampe kecamatan, UPT dan sebagian desa. Pelayanan publik sudah online utamanya perijinan. Total ada 80 aplikasi yang sudah kita miliki,” tuturnya.

Nah, untuk bisa termasuk dalam 50 daerah yang ada dalam Gerakan Menuju 100 Smart City, dikatakan Erfan, terlebih dahulu harus melalui penilaian yang ketat dan bersaing dengan berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Itu melalui proses seleksi assessment pada tahun 2018, terpilih 50 Kabupaten/Kota, termasuk di dalamnya Kabupaten Lamongan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Erfan Salim Informatika.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Gerakan Menuju 100 Smart City merupakan program bersama antara Kementerian Komunikasi dan informatika, Kemendagri, Kemen PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan, bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi dan mendorong potensi di masing-masing daerah.

“Pihak Kemenkominfo akan mendampingi dalam pembuatan master plan smart city Kabupaten/Kota, sebagai bentuk dukungan terhadap program smart city ini. Pemda dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, Erfan menjelaskan, Gerakan Menuju 100 Smart City, manfaatnya bisa langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat. “Harapan besar program ini sistem pemyelengaraan pemerintahan secara efesian, pemberian layanan publik yang lebih baik,” ucapnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com