Kadinkes Bondowoso: Stunting adalah Masalah yang Harus Ditangani Serius

Home / Berita / Kadinkes Bondowoso: Stunting adalah Masalah yang Harus Ditangani Serius
Kadinkes Bondowoso: Stunting adalah Masalah yang Harus Ditangani Serius kepala Dinas Kesehatan, Mohammad Imron (paling kiri), saat mengikuti rapat koordinasi dalam rangka. Menanggulangi stunting di aula Dinkes Bondowoso.(FOTO: M Bahri/TIMES Imesindonesia)

TIMESSUMSEL, BONDOWOSO – Masalah stunting yang ada di kabupaten Bondowso, harus ditangani secara serius. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan BondowosoMohammad Imron, usai rapat kordinasi peenanggulangan stunting di Bondowoso, di aula Dinkes, Bondowoso, Selasa (8/7/2018).

Menurutnya, kasus stunting di Bondowoso terjadi di semua kecamatan ada. Ada sepuluh desa, di tujuh kecamatan yang akan menjadi lokus intervensi Dinkes pada tahun 2018 ini.

Dinkes, katanya, akan mengambil langkah pasti dalam mengatasi masalah stunting ini. Caranya, dengan melakukan rencana aksi daerah (RAD) yang tidak hanya melibatkan Dinkes saja, tapi juga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Misalnya, Bapemas, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, dan lain-lain yang memiliki kontribusi sensitif dalam intervensi gizi,” katanya.

Dalam RAD ini, lanjut Imron, Dinkes akan terus mendorong ketersediaan SDM yang semakin baik. “Tapi tidak hanya pada level kebutuhan saja, tapi harus diratakan di setiap puskesmas,” ujarnya.

Selanjutnya dalam masalah anggaran, menurutnya, anggaran tidak hanya bersumber dari APBD. Namun bisa digali lewat sejumlah gerakan-gerakan yang ada di masyarakat. Atau memerdayakan masyarakat untuk saling membantu dalam menangani kasus ini.

Tak kalah penting, kata dia, adalah regulasi. Pihaknya akan membuat regulasi sebagai payung hukum. Contohnya, membuat regulasi tentang pemanfaatan dana desa (DD).

“Dana desa belum menyentuh ke sana, 2019 nanti akan dimasukan ke dalam peraturan bupati, agar dana desa juga dialokasikan dalam pencegahan stunting,” imbuhnya.

Mungkin manfaatnya, tidak bisa dirasakan sekarang. Tapi dua, tiga sampai lima tahun ke depan baru bisa dirasakan. Rapat kordinasi ini, kata dia, adalah langkah awal untuk mewujudkan pencegahan stunting di kabupaten Bondowoso. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com