Persela Lamongan Usul Liga 1 2020 Dihentikan, Ini Alasannya

Home / Olahraga / Persela Lamongan Usul Liga 1 2020 Dihentikan, Ini Alasannya
Persela Lamongan Usul Liga 1 2020 Dihentikan, Ini Alasannya Para pemain Persela Lamongan saat masih menjalani latihan di Stadion Surajaya Lamongan, di awal musim 2020. (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESSUMSEL, LAMONGANPersela Lamongan menjadi salah satu dari sederet klub yang secara tegas menginginkan Liga 1 2020 dihentikan, karena pandemi Covid-19.

Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi mengatakan, usulan agar kompetisi musim 2020 dihentikan telah disampaikan pada rapat virtual yang digelar PSSI bersama seluruh klub kontestan Liga 1, Rabu (27/5/2020).

"Dalam virtual meeting kemarin itu, kita menyampaikan informasi terkini di daerahnya masing-masing terkait Covid-19 serta memberikan masukan, saran dan pendapat tentang kompetisi Liga 1 akan dilanjutkan atau dihentikan," kata Yunan, saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2020).

Menurut Yunan, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Lamongan menjadi pertimbangan utama, mengapa Persela mengusulkan agar Liga 1 musim ini dihentikan.

"Kondisi di Lamongan saat ini, yang terkonfirmasi positif Covid-19 belum terlihat adanya penurunan yang signifikan, sehingga seandainya kompetisi dilanjutkan dalam waktu dekat, kemungkinannya Persela belum bisa menggelar pertandingan," ucapnya.

Yunan menambahkan, melanjutkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dikhawatirkan mendatangkan resiko besar terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Tidak hanya para ofisial dan pemain, namun juga masyarakat luas, khususnya yang datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan.

"Saat kompetisi kembali digelar, siapa yang bisa menjamin protokol kesehatan seperti jaga jarak, tidak berjabat tangan dan lainnya bisa terlaksana dengan baik di tempat parkir, pintu masuk, dan tribun stadion. Siapa yang bisa menjamin suporter yang datang ke stadion hanya berdiam diri, tidak berjingkrak, bernyanyi bersama,.berpelukan dan berteriak-teriak saat tim kebanggaannya mencetak gol. Dan ketika tidak ada jaminan atas itu semua, pada waktu bersamaan ancaman kesehatan dan keselamatan tersebut datang," ucap Yunan.

Kemudian jika pertandingan digelar tanpa penonton, kata Yunan, klub juga merasa keberatan karena tidak ada pemasukan dari penjualan tiket. Ditambah lagi menggelar pertandingan di kandang dan di luar kandang juga membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.

"Dan juga siapa yang bisa menjamin suporter tidak datang ke stadion ketika pertandingan digelar, sekalipun laga itu dilaksanakan tanpa penonton. Siapa yang bisa menahan hasrat mereka untuk tidak melangkah ke stadion ketika rasa rindu dengan sepak bola begitu menggebu. Kala rasa kangen mendukung kesebelasan kebanggaannya memanggil begitu kencang. suporter akan tetap nekat datang ke stadion, sekalipun tak bisa masuk ke dalam stadion, mereka masih bisa bernyanyi lantang di luar stadion," tuturnya.

Yunan menambahkan, meski mengusulkan Liga 1 dihentikan, namun pihaknya juga berharap akan digelar kompetisi atau turnamen pengganti, jika pandemi Covid-19 berakhir dalam tahun ini.

"Harapannya bisa di-stop dan diisi dengan turnamen yang berakhir di tahun ini, atau kompetisi yang baru dengan format yang baru, dimulai akhir tahun ini sampai dengan tahun 2021," ujarnya.

Lebih Lanjut Yunan berharap agar segera PSSI segera memberikan kejelasan terkait status kompetisi Liga 1 2020.

"Kami mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh PSSI dalam rangka mendapatkan masukan, saran dan informasi dari berbagai pihak terkait dengan kompetisi Liga 1 dalam situasi Covid-19. Persela berharap segera ada kejelasan terkait status kompetisi Liga 1 2020. Kami percaya bahwasannya federasi akan mencarikan solusi dan jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak," kata Yunan.

Selain Persela, sejumlah klub lain yang menginginkan Liga 1 2020 dihentikan diantaranya Madura United, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSM Makassar, Barito Putra, Persita Tangerang, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Persik Kediri, dan PSS Sleman. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com