Bagaimana Mendidik Anak yang Benar dalam Islam?

Home / Gaya Hidup / Bagaimana Mendidik Anak yang Benar dalam Islam?
Bagaimana Mendidik Anak yang Benar dalam Islam? Ilustrasi - Tips mendidik anak (FOTO: Shutterstock)

TIMESSUMSEL, JAKARTAMendidik anak merupakan kewajiban orang tua. Namun, tak jarang orang tua bingung bagaimana cara mendidik anak yang benar. Memang mendidik anak bukanlah hal yang mudah, apalagi jika kita ingin anak memiliki akhlak yang baik. Lalu bagaimana cara mendidik anak sesuai ajaran Islam?

Melansir muslimah.or.id, pendidikan yang baik adalah dengan menanamkan akhlaq yang baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak. Berikut ini berbagai hal yang bisa Anda lakukan untuk mendidik anak.

1. Kelembutan

Terdapat sejumlah hadits Nabi yang mengajarkan kita untuk menggunakan kelembutan saat berinteraksi dengan orang lain, salah satunya adalah seperti berikut.

عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ رواه البخاري

 

“Dari ‘Aisyah, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, 6024).

Di antara tabiat anak-anak adalah mereka mencintai orang tua yang lemah lembut kepada mereka, membantu mereka, dan yang perhatian kepada mereka, sebisa mungkin tanpa teriak dan amarah; bahkan dengan penuh hikmah dan kesabaran. Anak usia dini membutuhkan hiburan dan permainan; sebagaimana juga usia dini adalah usia yang tepat untuk menanamkan adab-adab dan pendidikan yang baik. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menyeimbangkan antara keduanya.

2. Kelembutan tidak berarti meniadakan hukuman pada saat diperlukan.

Tidak benar jika anak selalu dihukum untuk setiap pelanggaran yang dilakukan. Hukuman diterapkan saat kelembutan tidak lagi berpengaruh, dan ketika nasehat, perintah dan larangan telah diabaikan. Hukuman juga harus memberikan manfaat, misalnya bertujuan untuk mendisiplinkan anak. Hindari memberikan hukuman berupa kekerasan.

3. Memberikan contoh yang baik.

Orang tua harus memiliki akhlak yang baik terlebih dahulu, sebelum mengajari anaknya berakhlak baik. Sebagai contoh, tidak tepat jika seorang ayah melarang anaknya merokok padahal dia sendiri merokok.

Salah seorang ulama mengatakan kepada guru anak-anaknya, “Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mendidik keshalihan anak-anak saya adalah membuat diri Anda sendiri menjadi shalih. Karena kesalahan mereka adalah bentuk mencontoh dari kesalahan Anda; Hanya perbuatan baik saja yang harus Anda lakukan dan tinggalkanlah perbuatan yang jelek di hadapan mereka” (Tariikh Dimasyq, 38 / 271-272).

Selain hal di atas, menurut Prof Agus Zainal Arifin, seperti dilansir dari laduni.id, saat anak melakukan kesalahan, orang tua tidak perlu murka. Diingatkan saja, dikasih tahu apanya yang salah, dan bagaimana yang seharusnya, tanpa ada baper, tanpa ada cap-capan seperti kamu pemalas, kamu ceroboh, kamu ngantukan, dan seterusnya. 

"Kalau kita meniru perlakuan Tuhan kepada anak kecil, malah lebih keren lagi. Anak yang beribadah, pahalanya langsung diberikan cash, bahkan dihadiahkan kepada orang tuanya. Tapi kalau bersalah, seketika dimaafkan, tidak diciprati dosa sedikitpun, apalagi dimarahi," terang prof Agus.

Menurutnya, Tuhan suka memberi apresiasi kepada anak, dan tidak suka memberi sanksi kepada anak. Namun demikian, hal tersebut masih tidak banyak orang tua yang melakukan dan mengamalkannya.

"Sifat ini yang jarang ditiru manusia. Kebanyakan sukanya memberi sanksi atas kesalahan anak, dan justru gengsi memberi apresiasi atas setiap keberhasilan kecil anak," jelasnya.

Padahal, lanjut Prof Agus, kalau mau meniru Tuhan, niscaya kepercayaan diri anak akan tumbuh pesat. Hal yang penting dalam mendidik anak adalah, apapun kesalahannya, tinggal diperbaiki agar tidak terulang lagi. Tak perlu menjadikan anak trauma hingga mempengaruhi mentalnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com