Enam Lembaga Pemantau Pemilu dan Survei Dilaporkan ke Bareskrim Polri 

Home / Berita / Enam Lembaga Pemantau Pemilu dan Survei Dilaporkan ke Bareskrim Polri 
Enam Lembaga Pemantau Pemilu dan Survei Dilaporkan ke Bareskrim Polri  Kuasa Hukum KAMAHK Pitra Romadoni di Gedung Bareskrim Polri (foto: Edi Junaidi ds/TIMES Indonesia)

TIMESSUMSEL, JAKARTAEnam lembaga pemantau Pemilu dan survei yang merilis hitung cepat dan exit poll usai pencoblosan, dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal Polri, karena diduga melanggar Pasal 28 Undang-Undang Nomor 11 tahun 20018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kuasa Hukum KAMAHK Pitra Romadoni di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (18/4/2019) menyebutkan, laporan yang diajukan adalah laporan delik aduan, bukan laporan polisi.

bareskrim-a.jpg

Lembaga-lembaga yang dilaporkan Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoaks dan Korupsi (KAMAHK) tersebut adalah Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Indo Barometer, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Charta Politika Indonesia dan Poltracking Indonesia.

"Terhadap hal ini, kami meminta pihak Bareskrim Polri agar mengusut tuntas permasalahan hasil survei ini, karena hasil survei ini banyak membingungkan masyarakat kita," kata Pitra di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Menurut dia, kebenaran hasil hitung cepat lembaga survei itu tidak dapat dipertanggungjawabkan dan belum tentu sesuai dengan penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Ia pun mempertanyakan jumlah sampel dan lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang diambil lembaga-lembaga survei itu sehingga merilis hasil pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

bareskrim-c.jpg

"Jangan membuat kebingungan masyarakat kita, ini sudah sangat dahsyat sekali penggiringan opini hitung cepat ini, apabila nanti nyatanya Prabowo yang menang, bagaimana nanti mempertanggungjawabkan ini?" ucap Pitra.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat menjaga keamanan agar kondusif sembari menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU.

"Tadi kami diperlakukan baik oleh Bareskrim Polri dan Kamis ini mereka akan memproses laporan kami untuk menindaklanjutinya," ujar Pitra.

Diketahui, Indo Barometer, CSIS, SMRC, Charta Politika Indonesia dan Poltracking Indonesia termasuk dalam 40 lembaga survei yang dapat mengumumkan hasil hitung cepat pada Pemilu 2019 dan terdaftar di KPU.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com