Indikator
  • Undercontruction

Bikin Toko Tani Indonesia, Ini Alasan Kabupaten Ogan Komering Ilir

Home / Peristiwa - Daerah / Bikin Toko Tani Indonesia, Ini Alasan Kabupaten Ogan Komering Ilir
Bikin Toko Tani Indonesia, Ini Alasan Kabupaten Ogan Komering Ilir Tokoh Tani Indonesia (TTI) di Kayu Agung yang menjual beras langsung petani (Foto : Istimewa)

TIMESSUMSEL, PALEMBANG – Berbagai cara agar harga beras bisa terjangkau dan stabil dilakukan di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan Toko Tani Indonesia (TTI) yang memotong panjangnya rantai pasok dari petani ke konsumen akhir. 

Kepala Dinas TPH OKI, Syarifudin, SP, M. Si mengungkapkan toko tani bisa menjual beras dengan harga cukup murah lantaran membelinya langsung dari kelompok tani. Harga beras dengan kualitas medium dibanderol Rp 8.000/kg.

"Untuk membantu masyarakat kita buka toko tani. Beras medium yang dijual ke masyarakat harganya Rp 8.000/kg kalau di Pasar Rp 10.000/kg karena kita pangkas rantai distribusinya,”ungkap Syarifudin.

Dia mencontohkan, beras yang disuplai ke TTI di Kayuagung salah satunya berasal dari Gapoktan (gabungan kelompok tani) di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya dan Air Sugihan. 

"Gabungan kelompok tani di sini kuasai ratusan hektar dengan jumlah kelompok tani puluhan. Setelah digiling, langsung didistribusikan ke konsumen lewat TTI," ujarnya.

Selain relatif lebih murah, sambungnya, keberadaan TTI juga berada di lingkungan dekat masyarakat sehingga sangat mudah dijangkau.

Di Kayuagung Agung dibuka di tiga titik Di Halaman Dinas Ketahanan Pangan, Di Kelurahan Sukadana ada juga di kecamatan-kecamatan seperti di Kecamatan Pedamaran. 

"Kalau dengan TTI ini kan dipangkas dari sebelumnya 7 rantai pasok hanya jadi 3 saja, dari Gapoktan ke TTI, kemudian langsung ke konsumen. Poin pentingnya lagi, TTI ini ada lingkungan masyarakat, Pedagang TTI tidak bisa jual dengan harga semau sendiri, tapi kita jamin suplainya,"katanya.

Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas KTPH Kabupaten OKI, M. Aidil yang membidangi toko tani mengatakan stok beras selama bulan Ramadhan ini akan aman.

“Sudah kita pantau disejumlah gudang penyimpanan dan pasar, stok dan harganya stabil,”kata Aidil.

Hal yang sama juga di sentral-sentral produksi beras seperti Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya serta Kecamatan lainnya hingga saat ini masih ada yang panen.

“Untuk cabai mudah-mudahan di sentra-sentra cabai kita seperti di Pedu Jejawi dan Lempuing Jaya pada pertengahan puasa nanti sudah panen, sementara ini masih dipasok dari pasar induk Jakabaring," pungkas Dia.

Kabupaten Ogan Komering Ilir memanfaatkan jaringan Toko Tani Indonesia (TTI). Jaringan ini untuk memotong panjangnya rantai pasok dari petani ke konsumen akhir. (*)

Berita Terkait

Komentar